Jalan mempertemukan kawasan.
Arsip Jembatan Teluk Kendari menjadi pintu masuk untuk memahami konektivitas kota. Dokumentasi sejarah tidak menggantikan informasi operasional dan pemeriksaan terkini.
Keseluruhan lintasan bukan bentang utama.
Rilis peresmian menyebut panjang keseluruhan jembatan 1,34 kilometer. Rincian Bina Marga menyebut bentang utama 200 meter. Keduanya menerangkan bagian berbeda dari infrastruktur yang sama.
Keterhubungan Kota Lama dengan akses Bungkutoko dan Poasia dijelaskan dalam sumber. Portal tidak mengubah uraian tersebut menjadi jaminan waktu tempuh pada setiap perjalanan.
Rujukan: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia · 22 Oktober 2020.

Pemerintah Indonesia / Presiden RI, melalui Wikimedia Commons
Tanggal memisahkan tahap pekerjaan.
Sebuah foto dapat digunakan untuk konteks sejarah. Keterangan tahap yang menyertainya tetap harus dipertahankan.
01 / Tahap akhir
Rilis 14 Oktober 2020 menyampaikan akhir pembangunan. Foto tahap ini tidak disebut sebagai pekerjaan konstruksi Kendari pada tahun 2026.
02 / Peresmian
Peresmian diberitakan 22 Oktober 2020. Tanggal itu dibaca sebagai peristiwa dalam arsip, bukan hasil inspeksi teknis terbaru.
03 / Penggunaan
Informasi pembatasan, perawatan, atau arus lalu lintas memerlukan keterangan terbaru dari pengelola. Portal tidak memuat sistem lalu lintas langsung.

Kementerian PUPR / Direktorat Jenderal Bina Marga

Firstlab18 / Wikimedia Commons